“Ayo naik ke atas, ke ruang Super VVIP di lantai empat,” ajak Arsen. “Eh, ngg-nggak usah. Nganter aku masuk ke Midnight Entertainment saja udah lebih dari cukup. Sungguh aku nggak punya malu kalau ikut kamu ke lantai empat. Aku sangat terima kasih karena sudah menolongku masuk ke sini. “Apa etis menolak orang yang sudah menolongmu?” Arsen membalik omongan Amm hingga wanita itu tidak bisa membalas. Baru kali ini Amm dibuat bungkam oleh seorang pria yang mungkin seumuran atau dua tahun di atas umurnya. Amm paham, kenapa Arsen begitu disegani. Selain tampan anggun rupawan, dia juga punya kecerdasan di atas rata-rata. Arsen, tanpa basa-basi, langsung menggandeng tangan Amm, mengajaknya naik melalui lift pribadi yang ada di bagian ujung tengah ruangan. “Lagian parasmu cukup cantik unt

