“Mari masuk bersamaku,” kata Arsen sembari menyunggingkan senyum tipis. Wanita itu terkejut kala sadar Arsen sudah berdiri tepat di sampingnya, menggandeng tangannya melewati penjagaan dua petugas keamanan Midnight Entertainment. Amm terheran-heran, apa ini bukan mimpi, tidak mungkin sosok pria terhormat seperti Arsen menggandeng tangannya memasuki Midnight Entertainment. Dia menoleh sembari mengernyitkan dahi. Banyak sekali pertanyaan mengitari kepalanya saat ini, dia masih berpikir, apa Arsen tidak salah mengajak orang. “Kenapa kamu mengajakku masuk?” tanya Amm. Arsen menoleh sebelum melangkahkan kakinya. “Eh, kamu bilang apa tadi?” “Ti-tidak. Terima kasih mau ajak aku masuk.” Amm membungkuk sembilan puluh derajat sebagai bentuk penghormatan atas kebaikan Arsen. “Ahahaha, t

