121. Perkenalkan Aku Sharen

1015 Kata

Naura masih memejamkan matanya. Apakah dia sudah mati? Tapi kenapa tidak sakit? Perlahan dia membuka mata dan mendapati jasad musuh tengah terbaring dengan darah mengalir deras dari kepalanya. “Si-siapa yang melakukan itu?” “Apa dia mati dengan sendirinya? Atau lelaki itu bunuh diri karena rasa bersalah?” Karena penasaran, Naura menoleh ke kanan, melihat Java tengah menodongkan pistol tepat di kepalanya. Naura mengerutkan kening melihat Java yang baru saja menarik pelatuk. Naura berterima kasih pada Java. Jika tidak, dia pasti mati terkena tembakan. Setelah membalut luka di bahu kanannya, Java mengajak Naura naik ke lantai atas kapal. Ternyata Amm sudah menunggu di sana. Baju dan tubuhnya berlumuran darah. Rambutnya awut-awutan, seperti orang habis tersambar petir. Amm berlarik ke a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN