Java terdiam, ia cukup terkejut. “S-sharen?” tanya Java sambil melihat ke arah Naura. “Ya. Kau pasti sudah tahu mengenai Sharen.” “B-bagaimana dengan—” “Ah, benar juga. Ini dr. Cullen, psikiater pribadiku,” ucap Sharen. “Silahkan duduk. Kau pasti sudah tahu tentangku ‘kan? Tidak mungkin tidak,” ucap Sharen. Java menganggukan kepalanya. “Ya, aku sudah dengar cerita tentangmu dari Amm tapi tidak seluruhnya,” ucap Java. “Hm. Jadi begitu, ya. Jadi, apa yang kau lakukan mengetuk pintu rumahku?” “Aku ingin bertemu dengan Amm.” “Amm? Tidak bisaa, dia sedang tidur. Sebaiknya kau pergi dari sini, sebelum kamu dipukuli bodyguard keluarga Setiawan!” Yudhis mengancam. Java pergi dengan perasaan campur aduk. Dengan tangan mengepal dan emosi meluap, Miles memukul lemari kayu kamarnya hingga ret

