Sharen tengah duduk sambil memegang segelas wine di tangan kanannya. Naura dan Kavin terlihat saling mencuri-curi pandang. Ada rasa takut di raut wajah mereka, bahkan tangan Kavin selalu di remasnya. Kehadiran Sharen adalah sesuatu yang cukup serius bagi mereka. “Ada apa dengan kalian? Kalian takut?” tanya Sharen yang menyadari hal itu. “T-tidak kok.” “Ahahhaha … tidak apanya? Sangat jelas terlihat di wajah kalian berdua.” Sharen membuat Kavin terdiam. “Jangan takut, aku tidak akan memakan kalian berdua.” Naura ingin mengatakan sesuatu tetapi Sharen menyela. “Aku butuh jas rapi, tuxedo, dasi kupu-kupu, dan sepatu ala-ala bos besar. Jangan lupa, semua pakaian itu harus dibeli dari brand mahal, terkenal, dan dirancang khusus oleh desainer ternama.” Sejenak, Naura diam tak bersuara, men

