124. Kavin dalam Bahaya

1964 Kata

Kavin jelas merinding melihat senyuman yang terbit dari bibir Sharen, sudah lama dia tidak melihat senyuman itu dan saat melihatnya lagi, membuatnya merinding. “Ssst… Ingat, kau harus mengatakan jika aku memiliki urusan yang lain,” ucap Sharen. “Maaf, Tuan... jadi Tuan ingin membalas dendam pada Keluarga Pradipta?” Kavin bertanya halus, lirih, tepat di kuping kiri Sharen. “Exactly,” sergah Miles, dia bersemangat mendengar hal itu. “Kau juga tahu siapa pria ini. “Sekarang saatnya membalas perbuatan Marko, tapi aku rasa, tidak elok membalas Marko dengan memperlihatkan diriku yang seperti ini. Rasanya tidak seru. Aku ingin menyiksanya lebih dulu. Agar rencanaku sukses, aku tidak boleh terlihat mencolok saat sampai di Hotel Rasdalima.” “Hmm, tunggu, saya kurang paham dengan rencana Tuan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN