Malam itu juga, Greg berangkat sendirian menuju apartemen mewah milik anak buah Ambar. Bagi pria kekar itu, mengajak anak buah sama halnya menghambat misi. Anak buah sungguh merepotkan, apalagi jika mereka bergerak tidak sesuai rencana awal. “Apa kau yakin ingin membunuh pria itu? Dia adalah salah satu tangan kanan dari seseorang yang sangat berbahaya tahu.” “Ya. Aku yakin. Aku ingin kalian membunuhnya.” “Masalah gampang, tapi kami takut jika terjadi hal–” “Lakukan saja. Aku akan membayar kalian lebih dari apa yang kalian dapatkan sebelumnya.” Mendengar bayaran mereka dinaikan, jelas mereka bersemangat. “Baiklah. Membunuh ajudan orang kaya, hahaha, bukan hal sulit bagiku. Aku sudah biasa melakukannya sejak remaja. Tenang, kamu menyewa orang yang tepat,” kata Greg di telepon kala itu.

