Amm cukup emosi mendengar apa yang dikatakan oleh para pria di hadapannya itu. Walaupun beberapa kali menghina dan tidak mempercayai apa yang dia katakan, Amm tetap berusaha untuk menahan emosinya. “Hah? Ngomong apa? Kami tidak peduli denganmu. Memangnya kamu siapa, ha? Jangankan gembel berpakaian lusuh sepertimu, anak walikota saja tidak bisa masuk ke tempat ini kalau tidak punya kartu identitas khusus. Di kota B ini, hanya Keluarga Orchid yang memperlakukan semua orang secara adil.” Amm menyilangkan tangannya di d**a, memejamkan matanya sesaat. Dia berusaha untuk mengontrol emosinya saat itu. Dia harus bisa melakukannya, atau tidak akan terjadi kegaduhan karena Sharon akan muncul. “Sabar Amm, sabar. Kau pasti bisa melakukannya, kau pasti bisa mengontrol emosimu seperti biasa,” ucap A

