108. Sebuah Pesta

1035 Kata

Ambar melihat Hans yang tengah menarik koper keluar. Dirinya tidak bisa membuat pria itu bertahan lebih lama di sisinya setelah Hans mengetahui kebenaran yang sebenarnya. Begitu erat genggaman tangannya begitu pula rasa benci yang hadir di hatinya. “Amm … lihat saja apa yang akan aku lakukan padaku,” ucap Ambar dengan geram. Dia berusaha untuk tidak berteriak, walaupun sebenarnya dia sangat menginginkan hal itu. Di dalam mobil, Hans terdiam sesaat, dia memesan hotel untuk tempat tinggal sementara sebelum mencari apartement. Walaupun sebenarnya dia memiliki rumah tetapi dia memilih untuk tidak datang ke tempat itu, dia tahu jika Ambar pasti akan menyusulnya ke sana jika mengetahui dia ada di tempat itu. Amm yang tengah memeriksa data perusahaan keluarga Pradipta begitu sibuk, melihat lap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN