“Lakukan sesuatu, jika terus seperti ini, keluarga kita akan jatuh miskin,” ucap Amareta sambil memegang kepalanya yang terasa pusing. Seluruh anggota keluarga dari Pradipta pun ada di satu ruangan mereka menemani Amareta yang tengah terbaring. Sudah beberapa hari, kondisi tubuh Amareta tidak baik-baik saja memikirkan mengenai perusahaan mereka yang telah diakuisisi. Walaupun putranya masih tetap CEO tetapi perusahaan itu bukanlah milik mereka. “Ini semua karena kelakuan kalian, ini karma,” ucap Hans dengan santai membuat Amareta bertambah emosi. “A-apa katamu, Hans? Karma?” “Ya. Ini semua karma, atas apa yang telah kalian lakukan.” “Beraninya kau mengatakan hal seperti itu, pada mama Hans. Seharusnya kau berterima kasih pada Mama telah menjauhkanmu dari wanita yang telah berselingkuh

