"pak Niko kami pamit duluan ya entar jika ada yang di butuhkan bisa menghubungi kami !!" ucap Aksa lalu bersalaman dan pamit kembali ke kantor sepanjang jalan aku hanya terdiam pikiran ku masih menuju ke Niko kenangan lama muncul kembali disaat Niko meninggalkan ku dan makian keluarganya yang menghina ku dan keluargaku.
aku tau sedari tadi Aksa selalu menatapku dengan binggung namun aku belum siap untuk bercerita lagi pula Aksa belum bertanya jadi aku hanya diam membiarkan Aksa menyetir hingga depan kantor lalu kami keluar menuju ruangan ,saat sampai aku langsung mendudukkan diri di kursi termenung memikirkan Niko yang sudah beberapa tahun ini ngk ketemu Niko tetap seperti dulu ngk ada perubahan terhadap pria itu.
flasback"
"maafkan aku anart aku harus meninggalkan mu aku ngk bisa lagi bersama mu keluarga ku ngk setuju apa lagi kamu hanya wanita biasa orang tuaku ingin menjodohkan ku!!!" ucap Niko tanpa rasa bersalah sama sekali.
"tapi nik aku sangat mencintai mu aku ngk ingin putus nik!!" ucap ku sambil meneteskan air mata yang dari tadi ku tahan.
"kamu buat apa kamu masih disini apa ngk malu anakku sudah ngk mau dengan mu kamu itu miskin ngk sederajat dengan anak kami dasar perempuan ja''''''''ng sana pergi kamu ,kami akan menjodohkan dengan wanita kaya yang lebih baik dari kamu!!" ucap orang tua Niko."wk.....ekk hus sana jangan nganggu anak ku lagi gerti !!" bentak orang tua Niko lalu menarik Niko masuk ke dalam rumah tanpa peduli bahwa aku masih terduduk lemah depan rumah mereka.
"nik .....aku sangat mencintaimu ,sesuai keinginan mu aku akan pergi semoga kamu bahagia!!" lirih ku lalu berjalan keluar berjalan kaki tanpa arah hingga sampai di sebuah taman aku pun duduk melamun memikirkan semua kejadian menimpa ku.
"aku harus kuat aku akan menunjukkan pada kedua orang tua Niko bahwa aku yang terbaik aku harus bangkit semangat...!!" teriak ku syukur malam, hingga taman sudah sepi hanya ada beberapa orang yang sedang berpacaran menatap ku ."semangat !!" aku menyemangati diriku dan berlalu pergi pulang kerumah .
flasback end "
"Hem...!!" aku menarik nafas mengingat semua kejadian itu hingga sekarang aku bertekad menjadi terbaik dan terbukti aku bisa .
"kamu kenapa ?"tanya Malvin dengan tersenyum .
"ngk kenapa-kenapa Vin aku hanya lelah !!" ucap ku sambil tersenyum menatap balik Malvin yang sudah berdiri depan meja kerja ku.
"ok aku masuk dulu kayaknya bosmu udah nunggu!!" ucap Malvin berlalu memasuki ruang Aksa .
hingga Malvin menghilang dari balik pintu aku pun mulai memeriksa berkas di meja yang sudah menumpuk dengan teliti tanpa peduli lagi dengan sekitarku konsentrasi ku hanya pada kerjaan.
"siang bos !!" sapa Malvin saat tiba di ruangan Aksa yang sibuk melamun hingga beberapa kali Malvin memanggil sambil melambaikan tangannya didepan wajah Aksa .
"ha kamu kagetin aja deh Vin ada apa??" tanya Aksa saat sadar jika ada sang asisten sekaligus sahabatnya di ruangannya.
"kamu mikirin apa sih aku manggil ngk nyahut ,ni berkasnya yang kamu minta!!" ucap Malvin menyerahkan berkas yang dibawanya ke meja Aksa.
Aksa pun memeriksa semua lembar demi lembar dengan teliti lalu menandatangani setelah itu menyerahkan ke Malvin kembali "ini coba cek lagi baru diproses !!" ucap Aksa lalu kembali menatap laptop.
"Hem kalian kenapa dari luar aku lihat anart melamun masuk keruangan kamu juga melamun ada apa sama kalian??" tanya Malvin penasaran.
"itu...Vin coba kamu cek ada hubungan apa pak Niko dan anart aku lihat sedari tadi dia diam saat bertemu pak Niko dan tadi juga saat anart ke toilet Niko juga nyusul aku penasaran namun ngk mungkin nanya langsung tadi aja ingin nanya di cuekin!!" ucap Aksa membuat rasa penasaran Malvin pun terjawab sudah .
"ok bos!!" jawab Malvin lalu keluar menuju ruangannya yang bersebelahan dengan ruangan anart.
setelah jam pulang niatnya mengajak anart keluar makan malam namun Gagal ternyata anart lebih dulu pulang sebelum Aksa pulang "hu ternyata sudah ngk ada orang tega banget ninggalin aku sendirian awas kamu an pulang tanpa pamit!!" guman Aksa kesal dia pun berjalan menuju loby yang masih ramai dengan karyawan Aksa berjalan dengan cuek dan wajah dingin tanpa senyum Karena kesal .
"hai kenapa tu wajah di tekuk ?" tanya Malvin sambil menepuk bahu Aksa membuatnya terkejut .
"apa-apaan sih kamu kalau aku jantungan gimana dong kagetin aja!!!" ucap Aksa dengan wajah makin di tekuk dan dingin sambil berjalan menuju parkiran khusus petinggi .
"lo ditanya ko makin jelek mukanya entar anart lari lo lihat wajah jelek mu tu !!" goda Malvin ya seperti ini lah mereka saat di luar kerjaan Malvin ta segan-segan menganggu Aksa .
"kamu pulang sana hus.....!!!" usir Aksa saat membuka pintu yang ternyata Malvin masih mengikutinya sambil tertawa.
"aku numpang mobilku di bengkel lagi di servis !" ucap Malvin tanpa menunggu jawaban Aksa Malvin langsung nyelonong masuk ke mobil .
"ih siapa juga yang ijinkan kamu masuk menganggu aja ,ni kunci kamu yang nyetir enak aja aku yang nyetir!!!" ucap Aksa kesal lalu berputar bergantian tempat duduk bersama Malvin ,sedangkan Malvin yang mendapat lemparan kunci mobil hanya cengengesan menampakkan gigi putihnya lalu menduduki kursi setir ,setelah keduanya masuk duduk dengan tenang Malvin pun melaju menuju apartemennya .
"sa Gomong dong kamu kenapa wajah mu jelek gitu ayo jawab kalau ngk aku nanya terus ni!!" ucap Malvin sambil masih fokus menyetir ,kejahilan Malvin membuat Aksa nyerah akhirnya membuka suara.
"itu anart pulang lebih dulu ngk menunggu ku,kan kita selalu pulang bareng ini ko aku ditinggal tega banget tu anak hu!!!" jawab Aksa membuat Malvin kaget mendapati kenyataan sahabat juga bosnya ini bucin(b***k cinta) pada anart.
"ha kamu serius kesal cuma karena ditinggal pulang apa ngk salah dengar biasanya kan anart juga pulang lebih dulu kecuali kerjaan banyak !!" jawab Malvin lalu bersuara lagi"jangan-jangan kamu sudah jatuh cinta banget ya sama anart bucin gitu !!!" ucap Malvin lagi sambil terkekeh dia senang jika sahabat sekaligus bosnya itu sudah membuka hatinya lagi karena selama ini Aksa selalu sibuk melupakan sakit hatinya hingga menutup diri pada semua wanita namun beda dengan anart entah kenapa Malvin yakin anart akan bisa membuka hati Aksa yang membeku makanya dia setuju Aksa dengan anart apa lagi anart wanita baik mandiri walau agak tomboi jarang dandan namun natural membuat wajah cantiknya bersinar.
akhirnya Malvin dan Aksa sampai di apartemen juga Malvin keluar dan menyerahkan kunci pada Aksa lalu berlalu namun Aksa mengikuti Malvin dari belakang"lo sa bukannya pulang malah ikut aku mau istirahat sana pulang gi kerumahmu!!" usir Malvin sambil tetap berjalan menuju unitnya.
"aku numpang sebentar ko Vin pelit amat jadi orang ,jangan pelit-pelit entar Lo cepat kaya !!" ucap Aksa cuek dengan wajah dinginnya tanpa ada senyum.
"apa katamu aku pelit ok deal kamu disini terserah mau sampai kapan aku ngk peduli aku mau membersihkan diri dan tidur cape tahu!" ucap Malvin yang sudah membuka pintu lalu masuk langsung ke kamarnya membersihkan diri membiarkan Aksa sendiri diruang tamu .
beberapa menit kemudian Malvin keluar melihat Aksa tertidur disofa"astaga anak siapa ini nyasar kesini sampai ngk mandi malah gorok ilernya aja jatuhan di sofa hu!!" guman Malvin terkekeh mengoda Aksa yang sudah terlelap setelah meminum air putih Malvin masuk lagi ke kamarnya membiarkan Aksa tidur disofa sedangkan Malvin tertidur di kamarnya tanpa peduli pada sahabat sekaligus bosnya itu karena Aksa sudah biasa seperti itu saat tiba di apartemen miliknya .