[Kak Vano, minggu depan aku ada undangan ke acara Indonesian Music. Kakak bisa datang, nggak?] Pesan WA masuk dari Hana langsung muncul di layar depan ponsel Devano, sementara dia yang sedang berdiskusi pekerjaan bersama Sophie hanya bisa membacanya saja tanpa dibalas. [Kakak? Kakak lagi sibuk, ya? Kok cuma di read aja pesanku ╥﹏╥] [Kalau selesai kerjanya kasih kabar, ya. Awas jaga mata, nanti bintitan loh, kalau lirik cewek lain di belakang pacar] Devano terkekeh kecil. “Anak itu,” gumamnya seraya menyimpan ponsel itu kembali di meja. Dia tidak menyadari, Sophie di hadapannya sudah merengut sejak tadi karena merasa diabaikan. “Dari Hana lagi?” “Emh, ya.” “Dia enggak tau apa kalau ini jam kerja kamu? Ganggu terus dari tadi. Risi tau,” kata Sophie sedikit bernada kesal. “Udah, ngga

