Salsa menatap kartu nama yang berada di tangannya, ia memperhatikan setiap baris dari tulisan di sana. Ia tersenyum kecil, lalu berdiri dari duduknya. Awalnya, Salsa ingin ke kontrakannya seklian melihat progres pemindahan barangnya namun beberapa menit setelah Keenan pergi Salsa mendapatkan panggilan jika barangnya sudah selesai di muat dan sedang menuju apartement Fajar. Langkah kaki Salsa diperbersar olehnya, ia berjalan menuju pintu keluar. Untungnya Keenan tadi menunjukkan kafetaria yang ada di lantai 1, sehingga Salsa bisa lebih menghemat waktu sekarang. Cuaca di luar sangat panas, biasanya memang tidak seterik ini. Tepat di pinggi jalan sebuah taksi berhenti, Salsa masuk ke dalam taksi lalu menyebutkan alamat apartement Fajar. Ponsel di dalam tas Salsa tiba - tiba berdering, ia m

