Siapa sangka baru sekitar 30 menit berlalu, Fajar dan Salsa benar - benar terpisah. Salsa sedikit kesal karena Fajar tidak mendengarkan ucapannya untuk mengikutinya atau menarik saja ujung baju Salsa jika ia merasa Salsa berjalan terlalu cepat namun tidak satupun hal itu dilakukan oleh Fajar. Apalagi, panggilan ke ponsel Fajar selalu tidak terjawab. Sampai - sampai batrai ponsel Salsa habis, tidaj ada cara lain selain kembali ke parkiran mobil. Semoga saja Fajar terpikir hal yang sama dengan Salsa, dengan berjalan terdesak keramaian Salsa mencoba menerobot menuju lorong - lorong pertokohan yang merupakan jalan tercepat menuju parkiran. Napas Salsa terasa sangat memburu, ia bahkan hanpir merasa sesak napas. Memangnya ini hari apa sampai pasar seramai ini atau hanya Salda yang sudah lama t

