Salsa membuka matanya perlahan, ia masih setengah mengantuk. Mendadak kesadarannya dengan cepat pulih ketika melihat Fajar ada di sampingnya, tangan Fajar bersandar pada lemari kecil dengan telapak tangan kanannya yang dijadikan sanggahan kepala. Tangan Salsa juga meraih sesuatu di keningnya, ia melihat lagi handuk yang masih lembab. Salsa berpikir apakah ia demam lagi atau bagaimana, saat ia meraba keningnya Salsa tidak merasakan apapun. Dengan gerakan perlahan, Salsa bergeser turun dari atas ranjang. Jam menunjukkan pukul 5 pagi, tatapan mata Salsa baru menangkap termometer dan bungkus obat yang tergeletak. "Apa pak Fajar merawatku semalaman," gumam Salsa pada dirinya sendiri. Salsa merasa bersalah sebenarnua, semalam ia setengah mati merutuki Fajar yang sifatnya berubah - ubah. Tapi

