Luna terus keluar masuk ruang seminar. Limabelas menit lagi seminar proposalnya akan dimulai, namun orang yang ia tunggu tidak juga datang. Siapa lagi kalau bukan Dimas. Mana janji lo yang nggak bakalan ninggalin gue? Mana janji lo yang bakalan selalu ada di sisi gue? Ha, gue nyesel udah percaya sama omongan lo itu. “Lun, masuk aja. Pembahas lo juga udah ada di dalam. Seminarnya sebentar lagi di mulai.” Kata Ben membuyarkan lamunan Luna. Lo jahat, Dim. “Oke.” Jawab Luna. “Buang pikiran lo jauh-jauh, fokus dulu sama seminar lo. Jangan sampe berantakan.” “Gue usahain.” Kata Luna lalu melangkahkan kakinya kembali masuk ke dalam ruang seminar. *** Dimas masih duduk manis di dalam perpustakaan dengan beberapa buku yang terbuka tanpa ia baca. Pulpen di tangannya terus ia goyangkan, den

