“Udah dapet jadwal seminarnya?” Tanya Ben saat Luna keluar dari ruang akademik jurusan. Luna mengangguk. “Gue heran, mudah banget gue bisa langsung seminar satu. Padahal masih banyak yang harus di revisi.” Mungkin ini yang Dimas maksud perbuatannya bisa memudahkan Luna. “Disyukuri aja, Lun. Paling nggak lo bisa lebih cepet beres dibanding gue,” Kata Ben. “Eh, hari ini lo pulang sendiri nggak apa-apa, ya? Gue masih ada urusan sama dosen.” “Iya. Lagipula lo nggak harus nganter gue setiap hari juga. Yaudah, gue balik duluan ya.” Kata Luna seraya melambaikan tangannya. Setelah Luna sudah berjalan cukup jauh, Ben segera berjalan cepat menuju lapangan basket tempat Dimas menunggunya. Namun, namanya bukan Ben apabila ia langsung pergi ke tempat tujuan. “Bude, es teh satu sama cimol seporsi,

