Sudah satu minggu Luna tidak berkomunikasi dengan Dimas. Di kampus pun Luna tidak pernah bertemu Dimas. Sudah tiga hari pula Luna selalu bersama Ben. Ingin sekali Luna pergi ke rumah Dimas dan menanyakan apa yang terjadi dengannya sehingga bersikap seperti ini, namun hal itu ia urungkan karena Luna tidak ingin diusir lagi oleh papanya Dimas. “Nggak punya nomornya Sidney, lagi.” Kata Luna sambil menggenggam ponselnya. “Kenapa, Lun?” Tanya Ben seraya meminum es teh yang baru saja datang. “Gue khawatir sama Dimas. Udah berapa hari ini gue nggak tau kabar dia gimana.” “Dia pasti baik-baik aja. Gue tau Dimas, kok.” “Selesai kuliah nanti mau anterin gue kerumahnya gak?” “Lo mau kesana?” Luna diam sejenak. “Nggak tau, sih. Gue nggak mau diusir lagi sama papanya tapi gue penasaran sama kead

