17

804 Kata

Ini kesempatan terakhir lo, Dim.. Dimas sengaja tidak turun dari mobilnya saat menjemput Luna. Bahkan Dimas tidak memberitahu Luna kalau ia sudah berada di depan rumahnya selama limabelas menit. “Dimas,” Suara Luna membuat Dimas kembali ke kenyataan. “Kenapa nggak ngasih tau kalau lo udah di depan, sih?” Kata Luna seraya memakai sabuk pengamannya. “Ponsel gue ketinggalan, makanya nggak bisa ngasih tau.” Jawab Dimas asal. “Kenapa nggak masuk?” “Bawel deh. Berangkat?” “Cus.” Jawab Luna singkat. Sepanjang perjalanan Dimas hanya terdiam, sedangkan Luna berusaha mencari topik pembicaraan agar Dimas mau membuka mulutnya. Dimas merasa kalau Luna sudah merasa kalau dirinya berubah karena Luna juga sudah ikut terdiam. Ada rasa bersalah yang tumbuh di diri Dimas. Namun ia harus melakukan hal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN