Sinar matahari pagi mulai menyeruak masuk dari sela-sela gorden abu yang menutupi seluruh ruang santai milik Dimas ini. Luna mengerjapkan matanya beberap kali sampai ia sepenuhnya sadar. Ia melihat Dimas yang masih tertidur di sofa yang tidak jauh dari kasur yang Luna tempati sekarang. Luna tersenyum melihat Dimas yang teringat akan percakapan mereka semalam. "Iya, gue bakal fokus sama skripsi gue kok." Kata Dimas yang membuat Luna tersenyum puas. "Janji, ya?" Tanya Luna yang di jawab anggukan oleh Dimas. "Yeay!" "Tapi nanti, saat gue memang udah niat untuk fokus sama skripsi gue." Senyum Luna memudar seketika. Apa-apaan Dimas ini? Apa dia nggak mau memiliki gelar yang bisa semakin memantqpkan posisinya di perusahaan itu? "Becanda," Kata Dimas lalu tertawa. "Ekspresi lo barusan lucu b

