Dimas kembali masuk ke aula yang sudah mulai sepi. Beberapa mahasiswa sudah meninggalkan aula untuk kembali melanjutkan aktivitasnya masing-masing. Terlihat disana Ben yang melambaikan tangannya sambil merangkul Luna yang terlihat masih tidak terima akan kegagalannya. “Tega banget lo ninggalin Luna, Dim.” Kata Ben dengan pandangan tidak mengenakkan. “Sorry, Gue harus nemuin seseorang tadi,” Kata Dimas seraya menarik Luna dalam pelukannya. “Lo ngapain disini?” “Gue penasaran aja sama pengumuman ini, makanya kesini. Eh, rasa penasaran gue malah hilang ngeliat Luna nangis sendirian disini.” “Thanks, Ben.” “Ini beneran Luna nggak diterima?” Dimas hanya memandang Ben tajam sebagai jawabannya. “Eh... ng... Kayaknya tadi capungnya bu Rina ngompol, deh. Gue pergi dulu ya. Duluan, ya.” Kata Be

