22

956 Kata

Kemeja biru gelap yang Dimas kenakan sudah sangat kusut. Wajahnya juga sudah sangat lelah. Sepulangnya dari kampus tadi ia segera ke kantor untuk menyelesaikan beberapa kesepakatan dengan klien yang sudah di buat beberapa waktu belakangan ini. “Masuk.” Dimas memberikan izin untuk orang yang mengetuk pintu ruangannya. “Selamat malam, pak Dimas.” Dimas mengangkat kepalanya. “Ben?” yang dipanggil hanya menunjukkan deretan giginya. “Masuk.” Sebuah kantong plastik berwarna putih dibawa Ben. Setelah diletakkan diatas meja kerja Dimas, ia baru tahu kalau isinya adalah berbagai jenis makanan dan minuman ringan yang dibeli Ben di minimarket. “Mau lembur, kan?” “Tau darimana lo?” “Mba Yati lah. Gue tadi ke rumah lo mau nginep, eh lo malah nggak ada. Yaudah, akhirnya gue kesini.” Kata Ben samb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN