23

830 Kata

Setelah mengunci pintu mobilnya, Dimas merapikan tas ransel yang ia pakai dan ratusan lembar draft skripsi beserta jurnal pendukung yang ada di genggamannya. Koridor fakultas benar-benar sepi. Dimas merelakan waktu liburnya terbuang untuk mengerjakan skripsi yang sudah ia tunda satu tahun lamanya. Dari kejauhan terlihat Luna yang baru saja keluar dari gedung Dekanat dengan membawa beberapa map di tangannya. Ingin sekali Dimas memberhentikannya dan bertanya pada Luna, namun ia memilih diam dan menjaga drama yang sudah dibuatnya. Saat jarak mereka berdua sudah dekat, Dimas memberanikan diri untuk mengangkat kepalanya dan tersenyum pada Luna. Namun hal itu ia urungkan karena ternyata Luna tidak melihat Dimas seperti biasanya, ia terus saja berjalan bahkan dengan pandangan lurus dan langkah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN