10

1489 Kata

Mereka berdua sudah berada di ruang tamu rumah Dimas. Niat Luna yang ingin pulang terhalang oleh hujan yang masih turun dengan derasnya. Terpaksa Luna kembali duduk di sofa dan memainkan ponselnya sementara Dimas sedang berbicara dengan seseorang di telepon. “Ini, mba. Diminum teh nya.” Kata Mba Yati seraya tersenyum. “Makasih, mba. Nggak usah repot.” Luna menatap Dimas yang berdiri di ambang pintu sambil bersandar. Tangan kanannya bertolak pinggang dan ia sedikit menunduk, seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat menguasai pikirannya. Dimas berbalik badan, Luna pun dengan sigap berpura-pura tidak memperhatikannya. Ia mengambil cangkir tehnya dan meminumnya. “Harus sekarang banget, pa?” Kata Dimas yang—sepertinya—sedang berbicara dengan orang tuanya di telepon. “Masih ada temen D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN