Hawa dingin pagi ini membuat Luna terbangun dari tidurnya. Ia melirik jam yang tergantung di dekat meja riasnya, masih pukul setengah enam pagi. Itu artinya ia bangun tigapuluh menit lebih lambat dari biasanya. Tapi itu bukan masalah untuk Luna, karena mulai hari ini, ia harus menjalani masa skorsing sampai tujuh hari kedepan. “Selamat pagi.” Kata Luna seraya terduduk di atas tempat tidurnya. Luna bangkit lalu keluar dari kamarnya. Keadaan rumah sepi, dan lampu sudah di matikan. Itu tandanya kedua orang tua Luna sudah pergi. Luna membuka pintu utama rumahnya. Udara sejuk pagi hari langsung menyeruak masuk menyergapi tubuhnya yang sedang berdiri di sana. Tidak ada rasa sedih sedikitpun di hati Luna. Ia malah merasa senang karena ia tak harus pergi ke kampus untuk belajar. Meskpun ia harus

