Bagaimana rasanya tinggal satu atap dengan orang yang sama sekali tidak mencintai kita, hanya menganggap sampah, padahal kita mencintainya. Ingin sekali Valeria menyerah, lebih baik ia hidup tanpa bayang-bayang Varel, daripada tersakiti seperti ini. Ingin mengadu pada siapa juga percuma, karena Valeria sudah memilih jalan ini. Terlebih lagi Valeria sudah dekat dengan Gara, ia jadi tak sampa8 hati untuk meninggalkannya. "Bunda, kata ayah Bunda Dara sudah di surga, ya?" Pertanyaan polos terlontar begitu saja. Dara terdiam sejenak, ia kasihan kepada Gara karena sekecil ini sudah ditinggal oleh ibunya, padahal ia masih membutuhkan sosok wanita hebat itu. Ia jadi teringat bagaimana ibunya meninggal saat usianya sepuluh tahun, dunia Dara hancur sehancur-hancurnya, ia tidak tahu lagi harus berb

