Aku bisa melihat dengan jelas kalau Ibu tampak lemas dan kehabisan kata-kata. Kini, kami sudah bergabung dengan Ayah dan Mas Gala di teras belakang. Kebetulan, tadi saat aku baru saja mengaku tentang siapa nama lengkap Mas Gala, Ayah tiba-tiba memanggil kami. Aku tebak, Ayah juga sudah tahu. Ini terlihat dari tatapan beliau yang agak linglung. Barangkali saat Mas Gala mengaku, itu berdekatan dengan saat aku juga sedang jujur. “Salma …” panggil Ayah tiba-tiba. “Iya, Yah?” “Ibumu udah tahu?” Aku mengangguk. “Udah, Yah.” Aku melirik Mas Gala, dia langsung berdehem pelan. Dia pasti paham betul dengan kekagetan kedua orang tuaku. Karena kami sudah beberapa kali menyinggung tentang ‘kesenjangan’, jadi kurasa Mas Gala sudah mengekspektasikan respon kedua orang tuaku. Terlihat dari ekspresi

