Ini gila! Sungguh gila! Benar-benar gila! Kenapa aku tidak kepikiran sama sekali kalau bapak-bapak yang kutemui adalah Pak Alam? Padahal kalau dilihat lagi, sebetulnya beliau cukup mirip dengan Sultan. Benar kata Ayah, Sultan lebih tegas dan Pak Alam lebih lembut. Belum lagi, vibes beliau dengan Mas Gala sangat mirip. Pantas saja sejak awal aku langsung merasa familiar. Kini, aku terus ingat semua yang kulakukan saat bertemu Pak Alam. Sejak aku mengobati beliau, ngebanyol di rumah sakit, sampai tempo hari tentang nasi goreng. Aku terus mengingat-ingat kira-kira ada kalimat yang salah kuucapkan atau tidak. Ada kalimat yang kiranya membuat Pak Alam tersinggung atau tidak. Aku benar-benar cemas saat ini. Kenapa aku bisa sebodoh itu?! “Salma apa enggak suka sama makanannya?” tanya Bu Rar

