Nanti malam keluargaku dan keluarga Mas Gala jadi bertemu untuk makan malam bersama. Aku sudah memutuskan untuk memakai dress ivory yang waktu itu Mas Gala kasih. Menurutku, dress itu cantik untuk acara semi formal begini. Kusebut semi formal karena bahasannya agak serius sekalipun acaranya santai. “Bu, aku boleh minta tolong jahitin ini, enggak?” aku keluar, menghampiri Ibu yang kini sedang duduk di depan mesin jahit. “Bagian mana, Ma?” “Aku ngelepas tag merk terlalu kuat. Kancingnya jadi mau lepas.” “Oh … sini, sini. Biar Ibu jahitin.” Aku menyerahkan dress itu pada Ibu. Mata Ibu langsung melebar. “Eh! Ini merk terkenal, lho, Ma. Kamu beli dari mana?” “Emang iya, Bu? Merk terkenal apa? Kok aku enggak tahu?” “Aduh, Ibu lupa. Ibu pernah dimintain temen buat benerin bajunya dan dia

