Selagi menunggu Mas Gala menyelesaikan urusannya di Belanda, aku menyibukkan diri dengan mengurus persiapan pendaftaran internship. Memang masih lama karena ada kendala skala nasional, tetapi tidak ada salahnya kusiapkan dari jauh-jauh hari. Ini sudah termasuk ke Jakarta jika diperlukan. Bagaimanapun, kampusku ada di sana. Selain itu, aku juga terus memikirkan hal-hal lain yang perlu dipikirkan— seperti contoh, menolak Mas Rendra dan keluarganya dengan sebenar-benarnya menolak. Tidak setengah-setengah lagi. Memang, Ayah dan Ibu sudah bilang kalau merekalah yang akan mengurus sisanya karena aku telah berhasil menjalankan tantangan. Namun, tetap saja aku tidak bisa berpangku tangan. Aku tetap harus memikirkan bagaimana agar semuanya baik-baik saja. Melihat watak Mas Rendra dan orang tuany

