Bab 50: Nyatanya Aku Khawatir Hari sudah cukup larut, dan jam juga hampir menunjukkan pukul sepuluh malam. masih banyak berkas yang harus kami susun untuk laporan besok pagi, tapi kami tidak bisa tinggal diam. Aku dan reza bergegas kembali ke penginapan dengan sangat terburu - buru. Mungkin ini berlebihan, mungkin ini cuma gertakan. Akan tetapi setelah melihat apa yang sudah terjadi, ditambah konflik dengan Pak Darsono dan sekumpulan antek - anteknya sukses membuatku khawatir. Aku yakin Reza juga begitu. Biar bagaimana pun salah satu poin plus yang dimiliki Reza adalah tingkat kepekaannya yang tinggi ---- di luar kelakukan playboy tiada akhlak cowok itu tentunya. “Kamu sudah menghubungi Shanie?” tanyaku pada Reza. Kami sedang menyusuri jalan setapak yang men

