Bab 39: Sakit Hati, atau Sakit Diri? Kalau lo minta gue memilih salah satu, salah dua, atau salah tiga … kayaknya gue enggak bisa. Bukan karena salah tiga letaknya kejauhan, atau salahnya kebanyakan. Tapi memang pada dasarnya gue yakin dan percaya bahwa ini enggak akan semudah kelihatannya. Gue penasaran, sebenarnya apa yang mau disampaikan oleh semesta. Mengapa mereka tega membuat gue tanpa sadar mendua, sekaligus mengburkan perasaan antara cinta dan tanggung jawab. Memangnya apa itu cinta? Kenapa gue malah terjebak di dalamnya, alih – alih menikmati manisnya perasaan merah muda? * * * * * Keheningan yang mencekam itu memeluk gue dengan sangat erat. Di tempat yang sama sekali enggak gue ketahui keberadaannya. Kegelapan merembes dari semua celah cahaya yang ada, meninggalkan

