Bab 40: Perasaan Seperti Apa? Perasaan itu apa? Aku betarnya tanya pada diriku yang sama sekali tidak paham apa arti dari gemuruh yang muncul di dalam d**a. Smeua terasa tidak benar dan aku sendiri tidak tahu apa yang kurasakan sekarang ini. Kalau memang itu adalah sesuatu yang bisa membuatku lebih baik dari sebelumnya, bisakah aku mendapatkannya dengan mudah? sementara kalua ternyata itu hanya menambah luka lama, apakah aku boleh menolaknya begitu saja? sebenearnya apa ada keharusan bagi manusia untuk memiliki rasa? * * * * * Aku menghela napas panjang, bersandar di kursi, lalu kemudian mendengkus. Entah ini sudah yang keberapa kalinya dalam sepersekian menit. Tak terhitung sudah berapa kali aku membanting tubuhku ke sandaran kursi. Menghela napas berat, lalu mencoba fokus kembal

