Bab 28: b***k Cinta yang Nyata Semua orang menyebutnya cinta, tapi bagiku ini tak ubahnya seperti neraka. Aku tidak tahu lagi, sudah seberapa banyak rasa sakit yang menjalar. Semua hal - hal yang kurasa tak adil ini, kemana kah aku harus menuntutnya? Apakah takdir memang seperti ini, membuat orang - orang seperti berada di dalam sekoci yang di kelilingi oleh hiu lapar? Apakah cinta memang selalu sesakit ini, atau kisah memilukan ini hanya terjadi padaku saja? * * * * * Jam kantor sudah usai, dan entah dengan kekuatan macam apa tapi Shanie bisa menyelesaikan semua tugas vouching yang kemarin tertinggal, lalu pulang tepat waktu. Mungkin dia sudah paham, atau mungkin memang kinerjanya sudah mulai terarah sehingga lebih cepat, atau bisa jadi karena dia sangat bersemangat soal tugas

