Bab 48: Perasaan yang Muncul dan Masa Lalu yang Hadir Aku menghela napas, kemudian menatap punggung Shanie yang semakin lama kian menjauh. Sebenarnya sudah lama aku mengetahui perasaannya itu. Bahkan mungkin perlahan - lahan aku mulai masuk dan terjebak dalam perasaan yang sama dengannya. Namun, itu semua memang tidak semudah kelihatannya. Biar bagaimanapun, sampai saat ini harus kuakui bahwa aku masih menjadi b***k cinta Sunny. Pasalnya, belum sepenuhnya aku melupakan gadis itu. Ah, padahal dia akan menikah sebentar lagi. Betapa bodohnya. “Shanie dan Sunny,” aku bergumam sambil melanjutkan langkahku menyusuri jalan setapak yang sepi ini. “Kenapa kalian berdua membuatku merasa serba salah?” Aku mendelik, tepat saat di belakangku terasa ada seseorang yan

