Bab 47: Suga Sialan yang Tak Dirindukan Gue menatap nanar pada Kak Suga yang yang memicing tajam ke arah sini. Cukup. It’s really … I think this is more than enough! “Cukup.” Gue mengucap pelan, tertahan. Kemudian kesunyian menyergap kami. Gue enggak tahu apa yang terjadi, dan ini benar - benar diluar kendali gue. Beberapa hari yang lalu, tepatnya saat si Beruang Bunting super sensi ini meminta gue untuk melakukan stock opname, bahkan gue sama sekali enggak menolak. Lalu ketika Kak Reza khawatir juga gue berusaha menyakinkan dia bahwa semuanya akan baik - baik saja. Gue melawan seluruh ketakutan gue, termasuk mengambil resiko untuk masuk ke dalam gudang yang enggak terlalu terang itu. Sejak awal gue sudah tahu kalau ini akan terjadi. Bahwa semuanya memang enggak pernah

