bc

Judul: OBSESSION LOVE

book_age18+
38
IKUTI
1K
BACA
like
intro-logo
Uraian

Jika ada yang bertanya.

Mana yang lebih mematikan dari RACUN?

Makan jawabanku adalah CINTA.

Novel ini menceritakan sepenggal kisah cinta rumit seorang wanita bernama Lily Charlisa, gadis berusia 20 tahun, hidup sebatang kara, mengajari ia arti hidup, Gadis yang mandiri dan giat bekerja.

Yang penasaran sama ceritanya, yuk lanjut...

chap-preview
Pratinjau gratis
PROLOG
"Pagi Lily." "Pagi kak Jino." "Semangat bener hari ini." "Iya dong, awalai pagi dengan penuh semangat, agar rasa lelah tidak terasa." Mereka pun tertawa bersama. "Ayu sudah datang apa belum kak?" "Nyari Gue." ucap Ayu yang baru masuk kedalam cafe. "Iya, kangen Gue ma Lo." jawab Lily sambil memeluk. "Lebay amat sih, tiap hari juga ketemu." "Tapi tetep buat kangen." Lily tertawa kecil. "Sudah kangen-kangennya, nanti di sambung lagi, pelanggan sudah mulai datang." Jino memberi tahu kedua wanita yang tengah asik bersenda gurau itu, karna memang pelanggan sudah mulai datang. Ya, Lily adalah gadis berusia 20 tahun, ia merupakan anak yatim piatu, tinggal sebatang kara, dan hanya mengontrak di perumahan sederhana, membuat Lily tetap semangat menjalani hidup. Lily bekerja di sebuah cafe coffe, dari pagi hingga sore, saat malam Lily bekerja sampingan di sebuah lestoran sebagai pencuci piring. Sudah dua tahun Lily menggeluti pekerjaannya itu, ia merupakan gadis periang, suka membantu, tetapi tertutup soal hal pribadi. "Pagi Mas, mau pesan minuman apa?" sapanya sambil bertanya kepada pengunjung. "Aku mau cappucino satu." ucap pria yang memakai baju serba hitam dan topi yang bertengger di kepalanya. "Oke, silahkan duduk, saya akan membuatkannya." jawab Lily ramah, ia pun mulai membuatkan pesanan pelanggan itu. "Ini pesanannya, selamat menikmati." ucap Lily saat menaruh segelas cappucino di atas meja, pria itu diam dan tidak menjawab. ***** Jam menunjukkan pukul 17.00, kini pergantian shif malam, Lily mengemasi barang-barangnya. "Kak Jino, Ayu, aku balik duluan ya." ucap Lily sambil menghampiri mereka. "Kakak anter ya Ly." ucap Jino memberi tumpangan. "Makasih kak, tapi nggak usah, soalnya Lily mau singgak di suatu tempat, lagian jarak rumah Lily kan deket dari sini." "Yaudah hati-hati ya." Lily pun mengangguk, "duluan ya Yu,." pamitnya kepada sahabatnya itu. "Iya, hati-hati sayangku." jawab Ayu sambil melambaikan tangan dan tertawa kecil. Lily berjalan melewati trotoal, sesekali ia menyenandungkan lagu, sore itu tampak jalanan yang padat karna ini jam pulang kerja. Lily melirik ke samping kanan kirinya, seperti ada yangengikuti dari belakang, tetapi saat Lily menoleh kebelakang, tidak ada siapa pun di sana. Dua puluh menit Lily berjalan, kini ia tiba di rumah kostnya, sebuah ruangan yang tidak terlalu besar terletak di lantai dua, anak tangga yang berada di luar membuat Lily tidak merasa merepotkan pemilik kost saat ia pulang tengah malam. Liky menghempaskan tubuhnya di kasur yang berukuran kecil, hanya cukup di tempati satu orang saja. "Lelahnya." gumam Lily sambil menatap langit-langit. Rasa lelah membuat Lily ketiduran, hingga sebuah ketukan di pintu membuatnya berjingkat kaget. "Kok udah gelap." ucapnya sambil melirik jam di dinding. Lily menepuk jidatnya. "Ah udah jam 19.00,pantas saja sudah gelap, aku harus bergegas mandi, jika telat aku bisa dapet omelan dari Pak Agung." ocehnya sambil menyambar handuk. Suara ketukan pintu kembali terdengar, Lily berjalan membuka pintu sambil bertanya siapa di luar, tetapi tidak ada yang menyahut. Lily pun membuka pintu, tetapi tidak ada orang, saat Lily ingin kembali masuk dan menutup pintu, ada sebuah kotak berwarna biru tepat di depan pintu. Lily mengambil kotak itu dan keluar melihat siapa yang menaruh kotak didepan pintunya, tetapi tidak terlihat ada keberadaan orang di sana. Lily pun kembali masuk dan duduk di pinggir ranjang. "Siapa sih yang usil ngiriman aku hadiah terus." Lily menggerutu sambil membuka kotak itu. Ya, Lily memang sering mendapat kiriman dari orang misterius, berbagai hadiah ia dapatkan, tidak ada surat yang tertinggal di dalamnya, hanya tertara namanya di balik kotak. "Apaan sih tu orang, selalu tau aja apa yang mau aku beli, buat serem aja." rutuk Lily saat melihat isi di dalam kotak itu. Ternyata sepasang sepatu berwarna maroon, sepatu yang sudah lama Lily incar di salah satu toko dekat cafe coffe tempatnya bekerja. Dulu Lily tidak pernah memakai hadiah yang ia dapatkan dari orang mesterius itu, tetapi berbagai teror yang mengancamnya akan di bunuh jika tidak memakai hadiah itu, maka dari itu Lily sesekali memakai setiap hadiah yang ia dapatkan. Konyol bukan, mendapatkan hadiah barang yang ingin kita miliki, dari seseorang penggemar misterius. Penggemar? Sebenarnya tidak bisa di katakan penggemar, bisa jadi penguntit, tetapi sebutan penggemar sedikit bagus untuk orang yang selalu tau keinginan kita, walaupun kita sendiri tidak tahu siapa dia. Apa dia seorang pria, atau pun wanita, entahlah hanya Tuhan yang tau. Bersambung. ____iklan____ Author: ini novel pertama aku gaes, jangan lupa dukung aku dengan cara like, komen dan love. ? Netizen: etdah, sponsor ni thor, dapet apa gue kalo udah gue kasih yang elu minta.? Author: ya kali gitu amat, kan elu pada dapet nikmatin cerita gua? Netizen: emang cerita lu udah bagus ape? ? Author: gitu amat dah?yang pentingkan nggak mirip cerita ama lebel ikan terbang. Netizen: emang di lebel ikan terbang ceritanya gemana thor. ? Author: itu tu, yang KU MENANGIS MEMBAYANGKAN, BETAPA KEJAMNYA DIRIMU ATAS DIRIKU. ? Netizen: bet dah? lancar bener tu nyanyi. Author: au ah, yang penting dukung aku pokoknya, love yang banyak???

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Stuck With You

read
75.8K
bc

Hubungan Terlarang

read
513.1K
bc

Saklawase (Selamanya)

read
69.7K
bc

Sacred Lotus [Indonesia]

read
54.0K
bc

KISSES IN THE RAIN

read
58.1K
bc

Sak Wijining Dino

read
162.0K
bc

Suddenly in Love (Bahasa Indonesia)

read
77.8K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook