Abah, Ambu dan Zaina yang telah menyusun rencana secara matang tadi siang. Tepat jam sepuluh malam, setelah memastikan Amira sudah di kamarnya dan Zaina sebagai pengawas berjaga mengawasi pintu kamar Tantenya, berjaga-jaga jika Amira keluar kamar. Abah dan Ambu pergi mengajak Arbian ke ruang keluarga lantai atas untuk bicara dari hati ke hati dengan keponakan mereka. "Ada apa, Bah? Sepertinya ada yang mau dibahas secara serius," tanya Arbian yang duduk di hadapan Abah. "Ini sangat serius, A. Abah pengen nanya Aa dan Aa harus menjawab jujur," jawab Abah. "Nanya apa, Bah?" "Aa kan tahu bahwa Abah tidak suka berbasa-basi, langsung ke inti." "Iya, Bah," sahutnya sembari mengangguk. "Abah ingin tahu perasaan Aa terhadap anak Abah." "Neng maksud Abah?" "Anak Abah siapa lagi selain Am

