Makanan kiriman Ibu

1732 Kata

Sindi menggenggam erat tangan Evan sambil merajuk menatapnya. “Sayang … aku ga mau pisah dari kamu … sayang … aku mau tinggal sama kamu dong … yaa!” Dia memelas. Pak Fahmi sudah tidak bisa lagi menahan emosinya hingga urat-urat wajahnya sudah menegang semuanya. “Evan … jangan sampai kamu membela dia, atau kamu pun akan Papa usir dari rumah ini!” Sontak mata Evan dan Mamanya melotot menatap Pak Fahmi. “Pa …! Tega kamu sama anak sendiri?” “Papa mau mengusir aku? Pa aku ini anak Papa satu-satunya, apa Papa tega?” Seru Evan dengan cemas. “Untuk apa punya anak kalau hanya bikin malu orang tua saja … bahkan tidak mau menuruti kata-kata orang tua hanya karena seorang w************n seperti itu,” Pak Fahmi mendelik ke Sindi dengan geram. “Jadi sekarang kamu pilih, usir perempuan ini … atau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN