Sementara itu Evan baru saja sampai di rumahnya, Pak Fahmi yang memang tengah menunggunya dengan sengaja langsung melabraknya ketika dia baru saja masuk ke dalam dan hendak ke kamar Sindi. “Evan … berhenti!” Evan yang baru saja hendak membuka pintu kamar Sindi langsung menoleh ke asal suara Papanya. “Iya Pa … ada apa ya?” “Kamu mau ngapain di sana?” Evan segera menurunkan tangannya yang kini tengah berpegang pada gagang pintu. “Oh anu Pa … aku …” Pak Fahmi mendekat, “Papa tahu kamu mau ngapain, di sana ada perempuan yang bukan siapa-siapa kamu, terus untuk apa kamu masuk ke sana?” Tiba-tiba pintu kamar di samping Evan terbuka dan Sindi keluar dengan senyum sangat bahagia. “Evan sayang …!” Sambil berseru Sindi pun menghambur dan memeluk Evan dengan sangat eratnya seraya mengec

