Ku pandangi langit sore di tengah ramainya lalulintas ibukota suara klakson dari mobil yang silih berganti situasi yang sudah biasa ku alami saat pulang kerja aku duduk di kursi penumpang di belakang supir taxi online sambil mengingat ngingat kembali
Kata kata Selyy tadi pagi tentang pertunangan Adrian seakan aku masih tidak percaya tentang kabar itu
Kubaringkan badan ku di kasur kamar kosan ku sambil ku pejamkan mata ku berharap hari ini adalah mimpi tapi kenyataan nya
Lebih pahit dari apa yang aku bayangkan ".. Andai dulu aku bertemu duluan dengan Adrian sebelum Diana
Akankah semua nya lebih baik dari hari ini...?
Khayalanku buyar ketika suara handphone terdengar dari sanding badan ku...,, kulihat ternyata ibu ku yang menelpon ku hela nafas
Panjang lalu ku angkat telpon dari ibu
Pov... :ibu, halo nduk bagai mana kabarmu nak suara khas ibu terdengar di sebrang telepon
Iya bu alhamdulilah Laura sehat ibu gimana kabar nya... Jawab ku sambil balik tanya
Terdengar suara batuk ibu di sana
.. "Ibu sedang sakit" ..?tanya ku penasaran,
Nggak nak ibuk baik baik saja.. "Jawab ibu aku tahu ibu sedang berbohong
".Ibu cuman mau ngingetin nak sebentar lagi kan kamu ulang tahun yang ke 27 gimana apa sudah ada laki laki yang sedang dekat
Dengan kamu untuk kamu kenal kan ke ibu.. " Ibu bertanya pertanyaan yang sudah bisa ku tebak
Belum buk sahut ku sambil menghela nafas...'
Ibu ku memang sangat menginginkan aku untuk segera menikah karna aku adalah anak satu satu nya ibu,.mungkin karna ibu
Kesepian dan ingin segera menimang cucuk karna ibu hidup sendiri setelah aku tinggal pergi ke Jakarta untuk bekerja
Ayah ku sudah meninggal 5 tahun yang lalu. Aku pun mengerti kalau ibu menginginkan aku cepat menikah
"Kalau begitu apakah kamu setuju kalau ibu kenal kan kamu kepada laki_laki pilihan ibu seperti janji kita 2 tahun yang lalu
Sontak aku teingat janji ku kepada ibu 2 tahun yang lalu...
2 tahun yang lalu...!!
Ibu.. :nak kalau sampai umur 27 tahun kamu belum memiliki laki_laki pilihan kamu apakah kamu setuju
"Kalau ibu yang mencarikan jodoh untuk mu
Aku.. " Berpikir sambil menghela nafas panjang.. ',,
Ibu... "Bukan apa apa nak ibu kan semakin hari semakin tua dan kamu anak ibu satu satu nya .. '
... Ibu tidak mau kalau ibu meninggal sebelum kamu menikah
Aku... " Ibu jangan bicara seperti itu buk baiklah kalau memang sampai umur 27 Laura belum mendapatkan jodoh
Laura setuju dengan apapun keputusan ibuk
",nduk apa kamu mendengarkan ibu...
Iya buk Laura dengar,, baiklah ibu Laura manut ibuk mawon sahut ku ibuk atur saja bagaimana baik nya
Laura anut ibuk"... Aku pasrah dengan keputusan ku demi ibuk
Ibuk.. " Benar kamu manut ibuk kamu tidak terpaksa kan dengan keputusan kamu
Aku... "Ndak buk Laura memang sudah memikirkan nya sudah lama... Sahut ku berbohong
Ibuk... " Ya sudah kalau begitu nanti ibuk kabarin lagi ya nduk
Kamu jaga kesehatan ya jangan sampai sakit sudah dulu telpon nya ya nak
Nggeh buk.... "Ibuk juga yang sehat ya buk... Asalamualakum
Aku terpaksa menyetujui permintaan ibu ku karna orang yang aku harapkan pun sudah mau menikah dengan orang lain untuk apa aku mengharapkan sesuatu yang tidak pasti ....
Mungkin ini adalah keputusan aku yang terbaik menikah dengan laki laki pilihan ibu ku
Yang sama sekali belum aku kenal aku hanya tahu dia adalah anak dari teman sma ibu ku entah lah aku pun masih ragu dengan keputusan ku ini apakah aku bisa move on dari Adrian dan belajar mencintai laki laki lain
Hari ini aku berangkat ke kantor dengan perasaan yang kurang baik semua tugas kantor yang aku kerjakan kan hari ini
Dikembalikan dan harus di revisi aku juga kena teguran oleh pak gunawan karna pekerjaan ku yang kurang baik hari ini
Apa kamu sedang sakit Laura"ucap pak gunawan".. Tidak pak saya hanya sedang banyak pikiran mungkin"..sahut ku
";tolong ya Laura lain kali jangan bawa urusan pribadi ke kantor hari ini kwalitas kerja kamu tidak seperti biasanya"..
Baik Pak maafkan saya pak" Sahut ku . ... Baiklah silahkan kembali ke ruangan kamu"baik Pak
Ku sandarkan badan ku di atas kursi sambil ku hela nafas panjang"ada apa dengan ku hari ini ucap ku sambil menggerutu
Kepada diriku sendiri"., ayolah Laura lupakan semua masalah mu',
Hai Laura syantik", kenapa sih loh hari ini kelihatan murung loe masih mikirin adrian ra?".. Tanya selyy berharap aku jujur dengan perasaan ku kepada adrian.. "Apaan sih loe sel gw nggak lagi mikirin Adrian gw lgi mikirin ibu gw yang lagi sakit di kampung".. Jawab aku mencari alasan yang tepat buat bohong kepada selyy", maaf ya bu semoga ibu sehat selalu. Ucap ku dalam hati
Walau pun salyy teman baik ku tapi dia itu biang gosip di kantor jadi aku tidak pernah jujur soal perasaan ku kepada selyy
Takut aja kalau dia keceplosan ngomong sama Adrian
Loe masih ngeles aja sih ra kaya gw baru kenal loe kemarin sore aja. ".. Jawab selyy merasa paling tau aku aja
Gw tuh bisa lihat dari cara loe menatap Adrian loe punya perasaan lebih kan sama adrian',
Salyy masih kekeh dengan pertanyaan nya", sok tahu loe ucap aku simpel
Eh tuh pangeran loe dateng.. ucap selyy meledek.. "Diem loe sel ku cubit tangan selyy yang ember takut Adrian mendengar kata kata selyy....
Lgi pada gosipin apaan nih tanya Adrian sambil duduk di depan meja kerja ku"..
Tau nih selyy nggak bisa kalau sehari aja nggak kepo urusan orang lain", jawab ku sambil meledek selly
Heemmm Adrian makin hari makin ganteng aja.. 'Ledek selyy
Nggak ini loh gw lagi nasehatin sahabat gw jangan terlalu bucin sama cowok nanti dia patah hati. "Ledek selyy sambil melirik ke arah ku... ", oh my good salyy pengen gw jitak aja tuh kepala nya
Bucin sama siapa dia sel, gw jadi kepo siapa cowok yang bisa buat Laura bucin"..
Udah ah kenapa jdi gw sih... Udah sana pada kerja., sebelum selyy ngomong yang macam macam aku usir aja semua nya, '
Ya udah lah gw pergi dulu by Adrian by miss bucin.. Sahut selyy masih saja meledek'... Awas lo sel
Oh ya ra ini berkas, yang harus loe revisi.."Adrian sambil menyodorkan setumpuk berkas yang harus aku revisi
Ok thanks ian.. Ku ambil berkas itu sambil menghela nafas panjang Adrian pun pergi kembali keruangan kerja nya