Semua orang sudah kembali ke rumahnya masing-masing begitupun dengan Ara yang sedikit limbung dan dengan susah payah harus Jae Hwan antar. Namun hebatnya gadis itu masih memberlakukan blokade untuk mantan pacarnya itu masuk lebih dalam ke teritorinya. "Aku tidak akan melakukan hal selain membantumu." Jae Hwan mencoba menjelaskan ketika ia mencoba masuk dan membantu Ara. "Andwe! Dasar m***m ...." Jae Hwan hanya tertawa sinis mendengarnya, gadis itu sudah mulai melontarkan kata-kata andalannya sejak dulu. "Baiklah aku akan diam disini dan kau masuk ke kamar, aku hanya memastikan saja." "Yaksok (janji)?" Ara mengacungkan jari kelingkingnya dengan mata yang sedikit terbuka. Jae Hwan tidak paham kenapa gadis yang tidak kuat minum banyak itu terus saja meminta alkohol setiap kali mereka se

