Aku sudah menahan-nahan kakiku dan pikiranku agar tidak melayang-layang ke dekat The Trees. Tapi seperti yang aku bisa prediksi sejak awal, aku tidak bisa menahan diriku sendiri. Sekali aku kembali ke The Trees, aku tidak akan pernah berhenti untuk tidak kembali ke sana. The Trees selalu terasa seperti rumah untukku. Pagi sekali aku sudah menginjak pedal gas mobil ke The Trees. Pagi yang mendung. Aku sebenarnya tidak tahan untuk tidak memakai The Black. Tapi cuaca sangat tidak mendukung. Alex berada di teras sedang memasang plastik penutup kursi agar kayunya tidak lapuk terkena air hujan saat aku memasuki halaman The Trees. Dia berhenti sebentar dari pekerjaannya dan mendongak melihat kedatanganku. Aku tersenyum kepadanya dari dalam mobil. “Ada yang ketinggalan?” sapanya masih sedikit k

