Bangun dengan otot yang terasa kaku dan perut yang amat sangat mual. Kebingungan setingkat nyeri kepalaku yang seperti diinjak-injak gajah, saat melihat ruangan yang aku bahkan tak ingat pernah melihatnya di mana. Sangat tak asing dengan ruangan putih bersih dengan lis atap warna hitam dan berlantai kayu warna karamel yang hangat. Jendela besar di hadapanku sekarang masih tertutup rapat oleh gorden panjang berwarna abu-abu maskulin. Sekeras apa pun aku berpikir, aku tidak menemukan penjelasan apa pun dalam otakku yang terasa berputar-putar seperti roda belakang motor yang tengah dipanasi. Bahkan aku tak ingat kapan aku berangkat tidur. Bunyi kenop pintu yang diputar mengagetkanku. Hampir membuatku melompat dari tempat tidur empuk yang bentuknya belum sempat aku lihat seluruhnya. Seorang

