Aku bermimpi. Tentang malam sebelum pertandingan terakhir Chris, tentang Jake Mirlan yang mendatangi hotel Blue Wave tempat kami menginap malam itu. Jake Mirlan berteriak, ‘berhentilah mengurusi urusanku, Walters!’, kemudian Chris mencekiknya dan wajah Jake Mirlan berdarah-darah. Sedangkan aku berdiri di sudut ruangan, mengamati pergumulan mereka. Aku berteriak memanggil Chris, tapi suaraku seakan ditelan kegelapan. Jake Mirlan mati di kaki Chris, dan Chris menoleh ke arahku. Dia berjalan menghampiriku dengan pakaian penuh darah. ‘Aku bisa jelaskan, Emily. Aku bisa jelaskan,’ katanya dengan wajah merana. ‘Percaya lah padaku, apa pun yang terjadi.’ Kemudian, situasi mendadak berubah seperti permukaan air yang ditetesi tinta hitam. Aku dan Chris berada di tengah lintasan, kemudian sebua

