Setengah jam kemudian, Alex dan Takashi kembali. Napas mereka tersenggal dan keringat mereka tampak bercucuran. Langsung saja para pria-pria mengerumuni kami. Termasuk pria-pria yang tadinya berada di garasi belakang. Mereka mendengar keributan itu dan menghampiri kami. Termasuk Jared yang akhirnya terbangun dari tidur lelapnya. “Dia lolos,” lapor Alex. “Alex, siapa dia?” tanyaku. “Dia laki-laki kecil berkacamata yang pernah menunggu di depan apartemenmu,” terang Alex. “Kau ingat?” Aku melongo. Pria yang waktu itu mondar-mandir di depan apartemenku. Pria yang mengirim surat undangan dari Jake Mirlan. Malam sebelum malam aku diculik. “Aku mengingatnya,” balasku. “Tapi kenapa dia ada di sini? Apa yang dia inginkan?” Alex menggeleng. “Dia sudah menyeberang ke jalan raya di balik wilayah

