Malam semakin larut membuat keduan insan tersebut memutuskan untuk melangkah kembali ke Villa, keadaan canggung jelas dirasakan kedua insan tesebut. "Maaf kalau tadi lancang ya," kata Eron dengan lembut, jari jemarinta menyusup menggenggam tangan gadis tersebut, Alifa yang mendengar perkataan tersebut semakin dibuat canggung akan kejadian yang beberapa menit berlalu. "Jangan dibahas lagi," ucap Alifa sesantai mungkin, laki-laki tersebut tersenyuk tipis lalu mengecup pelan punggung tangan Alifa yang membuat gadis tersebut lantas menoleh dengan raut wajah terkejutnya. "Terimakasih sudah ngasih aku kesempatan buat perbaikin semuanya,", ucap Eron dengan lembut. Laki-laki tersebut tiad hentinya menatap Alifa yang kini juga menatapnya hingga kedua mata mereja saling bertemu satu sama lain. "Gu

