Kedua gadis tersebut sudah berada dipantai sesuai rencana mendadak mereka dua minggu lalu yang baru terlaksana, Alifa dan Hani kini duduk tepat di kursi yang terbuat dari kayu yang menghadap langsung ke arah lautan lepas. Langit yang teduh menemani mereka berdua, dengan cemilan dan minuman yang menyegarkan di hadapan mereka. "Lif, gue bukannya mau bahas lagi. Apapun keputusan yang lu ambil gue dukung. Cuman lu yakin bakal ngorbanin perasaan lu?" tanya Hani sambil memakan cemilan yang di hadapannya. "Lu punya rencana apalagi kali ini buat bikin gue nyatu sama tuh orang?" tanya Alifa dengan nada mencurigakan, sedangkan Hani sontak tersedak akan pertanyaan yang dilontarkan gadis tersebut. Sorot mata Alifa jelas sangat mengintimidasi membuat Hani yang melihat menelan salivanya dengan kasara l

