Cinta, perasaan dan hati Suara cemas Sharen saat Exel dibawa menuju ruang gawat darurat, entah kenapa dia begitu takut saat ini, semuanya terjadi begitu cepat. Sharen, Eren, dan Albert menunggu di koridor rumah sakit. Perasaan cemas menghantui mereka, terutama Eren yang saat ini diliputi perasaan bersalah. Kejadian tadi mengingatkannya pada kejadian pengeroyokan yang menyebabkan Ken sahabatnya meninggal dunia. Bukannkah dia seperti orang-orang yang meroyok Ken waktu itu, apa bedanya? Eren duduk dengan perasaan takut dan cemas. Dia menoleh ke arah Sharen yang juga mengalami perasaan sama dengannya—cemas. Dua jam menunggu akhirnya Dokter keluar. Semua langsung mendekat. "Bagaimana keadaan Exel, Dok? Dia baik-baik sajakan?" Tanya Sharen. Dokter itu menunduk. menyembunyikan sesuatu

