Laki laki itu menatapnya dengan penuh kebencian, tangannya mengepal seraya menahan amarah yang bergolak di dadanya. Kedua matanya menatap tajam foto polaroid acak yang berhasil diambil diam-diam yang kini tertempel di dinding kamar bercat abu-abu. Kemudian ia mulai menandai salah satu foto saat Sharen dan Exel tengah bergandengan tangan. Terlihat begitu mesra. Ia lantas melingkari bagian wajah Exel dengan spidol merah sebagai target utama. Sementara di sekelilingnya terpampang jelas foto- foto mereka yang diambil secara diam diam-hanya saja foto Exel lebih mendominasi. Sharen membuka loker dan mengambil beberapa buku yang ia taruh di dalam. Saat ia menarik salah satu buku miliknya bersamaan pula sebuah kertas melayang jatuh ke bawah kakinya. Sharen lalu mengambilnya. Sebuah amplop su

